Kota Bekasi Gaspol PSEL: Sampah Diolah Jadi Listrik, Residu Disulap Jadi Material Bangunan

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mempercepat penanganan persoalan sampah yang kini mencapai 1.801 ton per hari. Salah satu langkah utama yang digenjot adalah pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Proyek ini disiapkan untuk mengurangi tekanan terhadap TPA Sumur Batu yang kapasitasnya kian terbatas, sekaligus mengubah sistem pengelolaan sampah menjadi lebih produktif.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur pengolahan limbah, tetapi bagian dari perubahan besar dalam cara kota menangani sampah.

“Bukan hanya sekadar membangun pabrik, tetapi membangun konsep pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” ujar Tri.

Ia menyebut, kawasan PSEL nantinya akan dirancang dengan konsep modern dan tidak lagi identik dengan fasilitas pengolahan sampah yang kumuh.

“Konsep bangunannya nanti akan lebih mewah dari Summarecon dan juga Four Points,” katanya.

Tak hanya menghasilkan listrik, Tri menjelaskan bahwa residu dari proses pengolahan sampah juga akan dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi seperti batako, semen, hingga material berbasis logam.

“Jadi hasilnya pun akan kami produksi ulang, jadi batako, jadi semen, jadi biji besi dan lain sebagainya,” jelasnya.

Untuk mendukung operasional, Pemkot Bekasi telah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar guna pembangunan akses jalan khusus truk sampah. Jalur ini disiapkan agar aktivitas distribusi sampah tidak mengganggu lalu lintas warga.

Selain teknologi PSEL, Pemkot juga memperkuat sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga melalui bank sampah. Bahkan, program bank sampah dijadikan salah satu syarat bagi Rukun Warga (RW) yang ingin mengajukan dana hibah Rp100 juta.

“Mindset memilah sampah harus tumbuh dari rumah. Kalau RW terkendala tempat, akan dibantu DLH atau BSIP,” kata Tri.

Saat ini, tercatat lebih dari 1.020 bank sampah telah berjalan di Kota Bekasi. Dinas Lingkungan Hidup mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin memilah sampah sejak dari sumbernya agar beban TPA dapat ditekan secara signifikan.