Tri Adhianto Pangkas Konvoi Kendaraan Dinas, Pemkot Bekasi Dorong Efisiensi Birokrasi

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus memperkuat budaya efisiensi di lingkungan birokrasi. Salah satu langkah yang kini diterapkan adalah pengurangan jumlah kendaraan dinas yang digunakan dalam aktivitas operasional Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Mulai Rabu (17/6/2026), Tri resmi mengakhiri penggunaan rombongan kendaraan dinas yang selama ini mengiringi kegiatannya. Jika sebelumnya terdapat tiga kendaraan dalam satu rangkaian perjalanan, kini seluruh mobilitas dilakukan menggunakan satu kendaraan bersama staf.

“Saya mulai hari ini menggunakan satu kendaraan saja bersama staf. Yang sebelumnya ada tiga rangkaian kendaraan yang mengiringi, sekarang cukup satu kendaraan,” ujar Tri Adhianto.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar langkah penghematan anggaran bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga bentuk komitmen untuk mengurangi penggunaan kendaraan secara berlebihan di jalan raya.

Tri menilai penyederhanaan kendaraan dinas dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mencerminkan pola kerja pemerintahan yang lebih sederhana dan efektif.

“Bukan persoalan biaya BBM-nya, tetapi bagaimana kita mengurangi kendaraan yang beriringan terlalu banyak di jalan. Dengan satu kendaraan bersama, pekerjaan tetap berjalan efektif dan lebih sederhana,” katanya.

Untuk menunjang aktivitas pemerintahan pada hari kerja, Senin hingga Kamis, Wali Kota Bekasi akan menggunakan satu unit kendaraan jenis Hiace bersama staf. Kendaraan tersebut dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan perjalanan dinas tanpa harus melibatkan banyak armada.

Sementara itu, untuk kegiatan pada akhir pekan, Tri memilih menggunakan kendaraan pribadi. Ia menjelaskan bahwa agenda pada Jumat hingga Minggu umumnya berupa kunjungan langsung ke masyarakat hingga tingkat lingkungan dan rukun warga (RW), yang sering kali memiliki akses jalan sempit.

Kebijakan efisiensi ini juga akan diterapkan hingga tingkat kewilayahan. Tri meminta para camat dan lurah membiasakan diri menggunakan satu kendaraan bersama saat menghadiri rapat koordinasi di Plaza Pemkot Bekasi.

Selain pengurangan kendaraan dinas, Pemkot Bekasi juga mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional kantor, termasuk penggunaan listrik dan mobilitas kendaraan dinas.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, adaptif, dan tetap fokus pada pelayanan publik.