KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan rencana transformasi besar untuk Kecamatan Bantargebang agar beralih dari kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi pusat ekonomi sirkular dan inovasi lingkungan berbasis teknologi pengolahan sampah.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan, langkah tersebut terinspirasi dari model pengelolaan sampah modern di China yang berhasil mengintegrasikan industri lingkungan dengan pengembangan ekonomi baru.
“Pengalaman ini menjadi referensi penting untuk transformasi Bantargebang ke depan,” kata Tri Adhianto dalam kunjungan kerjanya di China, Selasa (1/7/2026).
Dalam agenda tersebut, Tri meninjau langsung Mizuda Group, perusahaan yang awalnya bergerak di sektor tekstil sebelum berkembang melahirkan Wangneng Environment, salah satu perusahaan pengolah sampah menjadi energi terbesar di China. Perusahaan itu juga disebut akan terlibat dalam pengembangan proyek PSEL di Kota Bekasi.
Menurut Tri, transformasi industri di China menunjukkan bahwa inovasi dapat membuka sektor usaha baru tanpa meninggalkan core business, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih luas.
Pemkot Bekasi menargetkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi pintu masuk lahirnya ekosistem ekonomi sirkular. Kawasan tersebut akan dikembangkan dengan berbagai industri turunan, termasuk pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA), serta sektor manufaktur dan inovasi teknologi.
Selain sektor lingkungan, Pemkot Bekasi juga membuka peluang kerja sama antara Mizuda Group dengan Dekranasda Kota Bekasi untuk penguatan industri kreatif, khususnya fesyen dan UMKM. Kerja sama ini mencakup peningkatan kapasitas desainer muda, pertukaran pengetahuan, hingga akses pasar internasional.
“Kami ingin talenta kreatif Bekasi bisa berkembang dan punya daya saing global,” ujar Tri.
Ia juga mengundang Mizuda Group untuk berinvestasi di Kota Bekasi, termasuk mempertimbangkan Bantargebang sebagai kawasan pengembangan industri berbasis ekonomi hijau.
Tri menegaskan, transformasi Bantargebang harus dilakukan secara menyeluruh agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin lima sampai sepuluh tahun ke depan, ketika orang mendengar Bantargebang, yang terbayang bukan lagi gunungan sampah, tetapi kawasan yang menjadi pusat inovasi lingkungan dan pertumbuhan ekonomi hijau,” tegasnya.



