PLANETBKS – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan perubahan besar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul pergantian pimpinan di lembaga tersebut.
Kepala BGN Nanik S. Deyang bersama jajaran baru langsung melakukan evaluasi terhadap program yang selama ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. Hasilnya, sejumlah kebijakan baru disiapkan untuk meningkatkan efektivitas, kualitas, dan ketepatan sasaran program.
Salah satu langkah yang diambil adalah penghentian sementara pendaftaran dan pembangunan dapur MBG baru. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran sekaligus untuk membenahi dapur-dapur yang telah beroperasi.
Saat ini jumlah dapur MBG aktif telah mencapai lebih dari 27 ribu unit. Menurut BGN, kondisi tersebut perlu ditata kembali agar seluruh dapur memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, serta kualitas layanan yang diharapkan.
Selain moratorium dapur baru, BGN juga mengubah fokus pelaksanaan program. Jika sebelumnya target jumlah penerima manfaat menjadi perhatian utama, kini kualitas program menjadi prioritas.
Target 82,9 juta penerima manfaat yang sempat dicanangkan pada 2026 tidak lagi menjadi fokus utama. BGN memilih memastikan makanan yang diberikan benar-benar bergizi, dapur beroperasi sesuai standar, dan pelayanan berjalan lebih optimal.
Perubahan berikutnya adalah penajaman sasaran penerima manfaat. BGN akan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini dinilai belum tersentuh secara maksimal oleh program MBG.
Menurut BGN, distribusi dapur saat ini masih banyak terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan wilayah aglomerasi. Karena itu, perluasan program ke depan akan lebih diarahkan ke daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan gizi.
Selain wilayah 3T, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi fokus utama program. Para ahli gizi menilai periode sejak masa kehamilan hingga usia sekolah dasar merupakan fase paling penting untuk intervensi gizi guna mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak.
BGN juga berencana melakukan evaluasi terhadap penerima manfaat di sekolah-sekolah yang berasal dari kelompok ekonomi mampu. Langkah tersebut dilakukan agar alokasi anggaran dapat lebih tepat sasaran dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Melalui strategi baru tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan manfaat yang lebih merata, berkualitas, dan berdampak nyata terhadap peningkatan gizi masyarakat Indonesia.



