Pemkot Bekasi Batalkan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Tri Adhianto Dorong Konsep di Setiap Kecamatan

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memastikan rencana penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-alun M Hasibuan, Bekasi Selatan, tidak akan dilaksanakan. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai lokasi tersebut tidak memenuhi kriteria untuk menjadi jalur CFD.

Keputusan itu disampaikan Tri sekaligus menjawab polemik yang sempat muncul terkait wacana penambahan titik CFD di kawasan tersebut.

“Karena memang menjadi sesuatu yang tidak memungkinkan kalau kita melaksanakan CFD di alun-alun,” ujar Tri saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (15/6/2026).

Menurut Tri, usulan penggunaan Alun-alun M Hasibuan sebagai lokasi CFD sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi Junaedi. Namun hingga kini, gagasan tersebut belum pernah masuk dalam tahap evaluasi ataupun pembahasan resmi.

“Kami tidak pernah melakukan evaluasi terkait CFD itu ada di alun-alun,” katanya.

Meski membatalkan rencana tersebut, Pemkot Bekasi tetap berkomitmen memperluas penyelenggaraan CFD di wilayah lain. Sejumlah kawasan seperti Grand Galaxy, Harapan Indah, Vida, dan BTR sedang dipertimbangkan sebagai alternatif lokasi baru.

Tak hanya itu, Tri juga membuka peluang pelaksanaan CFD di setiap kecamatan. Menurutnya, konsep tersebut dapat diwujudkan apabila didukung fasilitas yang memadai dan sejalan dengan pengembangan ruang terbuka hijau yang tengah dilakukan pemerintah.

“Saya kira bagus ya, dan segala sesuatunya sangat memungkinkan. Tinggal lihat saja sarana dan prasarananya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan taman di berbagai kelurahan diharapkan dapat menciptakan lebih banyak ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, hingga menggelar berbagai aktivitas komunitas.

Wacana penyebaran CFD ke tingkat kecamatan sebelumnya juga mendapat dukungan dari Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary. Menurutnya, konsep tersebut mampu menghadirkan manfaat yang lebih merata sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di setiap wilayah.

Di sisi lain, Latu mengingatkan agar penentuan lokasi CFD mempertimbangkan dampak terhadap lalu lintas dan akses menuju fasilitas vital. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa kawasan Alun-alun M Hasibuan dinilai kurang ideal, mengingat lokasinya berada di sekitar RSUD Kota Bekasi, Stasiun Bekasi, dan sejumlah layanan publik yang membutuhkan akses tanpa hambatan.